AIR MATA KESEPIAN PASKIBRAKA

 

Rasa sedih tentu menyelimuti banyak Insan didunia termasuk di Indonesia pada tahun 2020 ini. Virus yang sudah memakan banyak korban ini tidak hanya membuat dunia ekonomi hancur bahkan mungkin dunia psikologi setiap insan menjadi retak.

Virus ini sudah menelan banyak sekali korban dan resesi terjadi dimana-mana termasuk di negara adidaya, Amerika Serikat

Virus ini bahkan membuat Peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia kali ini (mungkin bukan hanya sedikit) berbeda sekali dengan peringatan hari kemerdekaan sebelumnya.

Wajah yang harus ditutupi oleh masker, jaga jarak antar orang dan tentu yang paling nyata adalah pengibar bendera hanya 3 orang.

Ya, hanya 3 orang. Ketiga orang tersebut adalah cadangan dari anggota Paskibraka tahun 2019 lalu.

Mungkin bagi mereka ini adalah kesempatan seumur hidup mereka untuk membawa panji kebangsaan bangsa Indonesia dan mengibarkannya dihadapan ratusan juta pasang mata namun tidak bisa dipungkiri dibalik itu ada air mata kesepian bagi ketiga paskibraka itu.

Mungkin harapan terbesar mereka selain mengibarkan panji kebesaran bangsa Indonesia, mereka juga ingin seperti teman-temannya tahun lalu yakni tidak hanya bertiga namun bersama-sama membentuk formasi yang sudah sering dilakukan oleh para Paskibraka

Tentu rasa kesedihan itu tidak harus melulu dirasakan oleh ketiga putra-putri terbaik bangsa itu. Mereka harus tetap semangat demi kebanggaan. Karena hal itu merupakan sesuatu yang bahkan mungkin diinginkan oleh para paskibraka diseluruh Indonesia

Semangat anak-anakku. Kalian adalah putra putri terbaik bangsa. Semoga masa depan kalian cerah dan kesedihan kalian digantikan oleh rasa bangga seusai mengibarkan bendera merah putih dihadapan ratusan juta pasang mata.