ISRA MIRAJ 27 RAJAB 1445 H

Peristiwa Isra dan Miraj merupakan mukjizat Nabi Muhammad SAW berupa perjalanan ke langit ketujuh yang terjadi dalam satu malam. Perjalanan ini ditandai sebagai tonggak penting dalam kalender Islam. Peristiwa Mi’raj ini yang nantinya memunculkan adanya perintah sholat wajib 5 waktu bagi umat Islam.

سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ – ١

Artinya: “Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.

Isra dan Mi’raj secara sederhana dibagi ke dalam dua peristiwa, yakni Isra dan Mi’raj. Isra dimaknai dengan perjalanan malam hari yang dilaksanakan oleh Rasulullah SAW dari Ka’bah (Makkah) menuju Baitul Maqdis (Yerusalam/Madinah). Sementara, Mi’raj dimaknai dengan kenaikan, di mana Allah SWT mengangkat Nabi Muhammad SAW dari Baitul Maqdis melewati langit ke-7 menuju Sidratul Muntaha.

Memperingati Isra Mi’raj yang diperingati setiap tanggal 27 Rajab Hijriah atau jatuh pada 8 Ferbuari 2024, Ketua Yayasan Ar Rahma KH. M. Nurul Huda, S.IP.,M.M berbagi tentang esensi dari peristiwa tersebut.

KH. M. Nurul Huda, S.IP.,M.M menjelaskan bahwa Isra dan Miraj sebagai hadiah Allah untuk Rasul-Nya yang sedang dilanda kesedihan karena ditinggal oleh istri dan paman tercintanya. Alasan itu kurang tepat untuk dijadikan satu-satunya alasan.

Ditekankan dalam surat Al-Isra ayat 1 bi’abdihī  yakni status Rasulullah sebagai seorang hamba yang dipanggil oleh Allah SWT. Hal itulah membuat Rasulullah diperjalankan melalui peristiwa Isra dan Miraj. Makna dari peristiwa itu bahwa seseorang yang dipanggil pasti mempunyai misi tertentu untuk dijalankan.

Jika peristiwa ini diyakini sebagai peristiwa penting, maka yang menjadi esensi dalam peristiwa penting tersebut adalah kewajiban sholat. Sholat menjadi satu satunya perintah dari Allah SWT diberikan kepada Nabi muhammad dan umatnya yang tidak bisa diwakili.

KH. M. Nurul Huda, S.IP.,M.M menegaskan bahwa pelajaran penting yang harus didapatkan pada saat memperingati peristiwa Isra dan Miraj yaitu pertama, tidak boleh meninggalkan ibadah sholat “Dalam keadaan tenang, perang, bermukim, musafir, sehat, dan sakit kita wajib menunaikan ibadah sholat,” jelas Saiful.

Kedua, memaknai esensi sholat. Ibadah sholat bukan hanya sekedar gerakan-gerakan, tetapi menghadirkan Allah SWT didalamnya. Rangkaian sholat didalamnya dibuka dengan mengagungkan Allah SWT. Kemudian diakhiri dengan mengucapkan salam kepada nabi “Assalaamu ‘alaika ayyuhan nabiyyu” yang menghadirkan Rasulullah SAW. Selain itu, juga menghadirkan group value dalam “Assalaaamu’alainaa wa ‘alaa ‘ibaadillaahish shoolihiin” yang memiliki makna menjaga kebaikan dan menebarkan keselamatan.

Hikmah terkahir yang disampaikan Saiful mengenai pentingnya Sholat. Sebagai manusia KH. M. Nurul Huda, S.IP.,M.M berharap bisa meresapi nilai-nilai sholat dengan mengangungkan dan membesarkan Allah SWT kedalam diri. Sehingga kita bisa menjadi duta salam, duta rahmat, dan duta keberkahan dalam menjalani kehidupan.

Satu tanggapan untuk “ISRA MIRAJ 27 RAJAB 1445 H”

  1. Avatar Fitri
    Fitri

    MasyaAllah kegiatan yang sangat bagus dan bersifat religius yang bermanfaat untuk ank2, mantap ..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *